Kamis, 17 September 2015

Klasik Banget sih kamu arsene wenger ?

Dinamo Zagreb vs Arsenal (reuters)

WASIT - Keputusan wasit memberi kartu merah Olivier Giroud dikeluhkan oleh manajer Arsenal, Arsene Wenger. (Reuters/Bola.com)

IndonesianPoker, Zagreb - Manajer Arsenal, Arsene Wenger, masih tak puas dengan kekalahan timnya kala berlaga di kandang Dinamo Zagreb, Stadion Maksimir, Zagreb, Kamis (17/9/2015) dini hari WIB. The Gunners yang berada di grup F Liga Champions itu takluk dengan skor 1-2.
Wenger memang kecewa dengan penampilan Theo Walcott dkk. Namun alasan klasik juga dikeluarkan oleh manajer asal Prancis itu. Ia mengkritik tindakan wasit yang memberi kartu merah buat Olivier Giroud di babak pertama.
“Arsenal sedikit tidak beruntung. Kami lebih banyak menguasai bola dan menciptakan peluang. Gol pertama lawan offside. Kartu merah yang dikeluarkan oleh wasit juga kurang pas,” kata Wenger seperti dikutip The Guardians.
The Gunners harus bermain dengan 10 orang pemain setelah striker Olivier Giroud diganjar kartu kuning kedua pada menit 40 karena melakukan pelanggaran. Sebelumnya striker asal Prancis itu sudah menerima kartu kuning pada menit ke 24 karena melakukan protes berlebihan pada wasit Ovidiu Hategan.
“Giroud pantas mendapatkan kartu kuning pertama karena protesnya pada wasit. Tapi buat kartu kuning kedua, saya rasa wasit sedikit berlebihan dan terlalu keras. Giroud tak melakukan pelanggaran itu dengan sengaja,” keluh Wenger.
Arsenal kalah di kandang sendiri pada laga pembuka Liga Inggris karena ditaklukkan West Ham 0-2. Kini mereka juga kalah pada pertandingan pertama Liga Champions.Melihat fakta ini, Wenger tak khawatir.
“Kondisi Arsenal saat melawan Zagreb memang sulit karena tertinggal dua gol dan harus bermain dengan 10 pemain. Secara matematis, peluang kami untuk lolos dari grup masih terbuka. Kami masih bisa memperbaiki penampilan dan meraih hasil positif di lima pertandingan berikutnya,” tutup Wenger.

Selasa, 15 September 2015

Seorang pemain poker muda profesional asal Jerman menyabet hadiah sebesar US$8,72 juta atau setara Rp77,9 miliar



Menang Poker, Pria Jerman Terima Rp77 Miliar




IndonesianPoker - Seorang pemain poker muda profesional asal Jerman menyabet hadiah sebesar US$8,72 juta atau setara Rp77,9 miliar setelah memenangkan turnamen judi kelas dunia di Las Vegas, Amerika Serikat. Padahal, dia pernah hampir tidak ikut pertandingan terakhir karena ingin kembali kuliah.


Pemain bernama Pius Heinz ini mengalahkan kontestan bernama Martin Staszko asal Republik Ceko. Sebelum sampai ke babak terakhir, dia harus melalui berbagai pertandingan selama enam bulan.

"Sejujurnya, saya tidak tahu uang hasil kemenangan ini akan diapakan. Mungkin saya akan membelikan hadiah untuk keluarga saya," kata pria berusia 22 tahun ini seperti dikutip dari Daily Mail,Kamis 10 November 2011.

Final turnamen tersebut disiarkan secara langsung untuk memastikan kedua finalis tidak berbuat curang. Heinz memimpin di awal pertandingan poker jenis Texas hold 'em tersebut, namun Staszko dengan cepat menyamakan kedudukan.

Suasana tegang terasa sepanjang pertandingan, sampai akhirnya Heinz yang menggunakan jaket bertudunglah yang memperoleh kemenangan. "Ini adalah hari terbaik dalam hidup saya. Saya benar-benar tak percaya hal ini terjadi, rasanya sangat tidak nyata," kata pria berambut pirang ini mengomentari kemenangannya.

Sebelumnya, Heinz sempat mengatakan akan meninggalkan dunia poker untuk kembali ke bangku kuliah. Namun di detik-detik terakhir ia membatalkan niatnya itu dan melangkah maju ke meja poker di partai final

Senin, 14 September 2015

Idola ku kenapa meninggalkan M. U ?? hikss...


Di Maria Ungkap Alasan Tinggalkan MU


Manchester - Angel Di Maria hanya semusim bersama Manchester United sebelum hijrah ke Paris St. Germain. Hubungannya dengan Louis van Gaal dan insiden percobaan perampokan di rumahnya membuat Di Maria harus hengkang.

Bintang sepakbola Argentina itu digaet MU dari Real Madrid nyaris senilai 60 juta pound, transfer yang menciptakan rekor pembelian pemain termaham dalam sejarah sepakbola Inggris. Sayangnya, performa Di Maria tidak se-wah harganya.

Di Maria tidak bisa nyetel dengan sistem yang diusung Van Gaal sehingga tidak jarang ditepikan ke bangkucadangan. Namun di akhir 2014-15, Di Maria tetap mencatatkan kontribusi cukup impresif; tiga gol dan 11 assist, yang turut membantu 'Setan Merah' finis keempat.

Selain itu, Di Maria juga mengalami masalah di luar lapangan. Rumah mewah yang ditinggali Di Maria besarta istri dan anaknya, sempat dibobol pencuri saat sang pemilik berada di tempat.

Pada akhirnya, di bursa transfer musim panas Di Maria pindah ke PSG dengan nilai transfer 44,4 juta pound. Harga yang lebih murah daripada saat diboyong dari Madrid.

"Hubunganku dengan pelatih tidak terlalu baik, jadi kupikir keputusan untuk bergabung PSG adalah solusi terbaik," kata Di Maria kepada Les Parisien yang dikutip the Guardian. "Setelah pembobolan rumah, tidak mungkin lagi bertahan. Keluargaku tidak bahagia. Putriku menderita, jadi penting bagi kami untuk pergi," lanjut dia.

"Terus terang, kami tidak bahagia. Pada awalnya, rasanya cuma sedikit tapi kemudian banyak hal menjadi rumit. Kehidupan di Inggris sedikit sulit. Memang tidak mudah bagi orang-orang Amerika Latin. Beberapa memang baik-baik saja tapi ada juga yang sulit beradaptasi.

Bersama PSG, Di Maria sudah tampil di dua pertandingan Ligue 1 dan menyumbang satu assist saat mengalahkan AS Monaco 3-0 di pekan keempat. Di Maria mengaku tidak bahagia karena MU absen dari Liga Champions pada musim lalu.

"Musim lalu sulit untukku. Aku tidak banyak bermain dan rasanya tersiksa menyaksikan Liga Champions di televisi, padahal aku memenanginya bersama Madrid di musim sebelumnya," lanjut Di Maria.

"Dari sedikit yang sudah kulihat, hidup kami di Prancis kurang lebih seperti hidup kami saat di Spanyol ataupun Portugal. Dan saat ini, kami 100 persen puas," imbuh pemain yang pernah membela Benfica ini.

Minggu, 13 September 2015

Besok Dolar AS Diprediksi Masih di Atas Rp 14.200

Besok Dolar AS Diprediksi Masih di Atas Rp 14.200

Jakarta -Isu kenaikan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS) the Federal Reserve (the Fed) masih jadi katalis utama tertekannya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. 

Rupiah masih akan tertekan di kisaran level Rp 14.280-Rp 14.340 hingga menunggu pengumuman The Fed yang akan berlangsung di tanggal 16-17 September 2015. Jika suku bunga The Fed jadi dinaikkan, otomatis rupiah akan langsung merespons negatif.

"Masih akan tertekan. Antisipasi jelang pengumuman the Fed minggu ini, sekitar 16-17 September. Menunggu the Fed, rupiah masih melemah di kisaran Rp 14.280-Rp 14.340," kata Analis Pasar Uang dari Bank Himpunan Saudara Rully Nova kepada detikFinance, Minggu (13/9/2015).

Rully menjelaskan, pengaruh negeri Paman Sam tersebut memang cukup ampuh menekan mata uang negara-negara lain di dunia termasuk Indonesia. Meski demikian, pelemahan rupiah ini hanya akan terjadi dalam jangka pendek karena merespons kenaikan suku bunga the Fed.

"Ini hanya sementara, setelah pengumuman The Fed, ketidakpastian global sudah tidak ada lagi, investor tinggal fokus ke ekonomi domestik," katanya.

Selanjutnya, kata Rully, rupiah akan kembali melakukan penyesuaian dengan fokus pada perkembangan sektor ekonomi domestik. Berakhirnya ketidakpastian global ini, nantinya akan perlahan membuat rupiah beradaptasi ke level normalnya. Tentunya, dengan dukungan pertumbuhan ekonomi domestik yang membaik.

"Kalau sekarang masih wait and see, menunggu pengumuman the Fed, masih ada potensi capital outflowuntuk balik lagi ke AS," ujarnya

Rully menjelaskan, rupiah masih punya ruang cukup lebar untuk bisa kembali menguat dengan bantuan perkembangan ekonomi domestik. Investor akan melihat rilis pertumbuhan ekonomi kuartal III-2015 yang diharapkan bisa lebih baik dibanding sebelumnya.

Rully optimistis, pertumbuhan ekonomi kuartal III-2015 diperkirakan akan berada di level 5%. Secara full yearatau sepanjang tahun 2015, pertumbuhan ekonomi Indonesia akan berada di kisaran 5,1%-5,2%.

Rasa optimisme ini karena diperkirakan realisasi belanja pemerintah di akhir tahun akan meningkat tajam. Diikuti konsumsi juga akan meningkat dan membaiknya ekspor Indonesia sehingga posisi transaksi neraca berjalan juga membaik.

"Pelemahan tidak akan lama, karena gangguan eksternal berkurang. Rupiah punya peluang menguat tergantung pertumbuhan ekonomi," pungkasnya.

Sabtu, 12 September 2015

Kangen Banget Sama Jakarta Tempoe dulu



Sejarah
Peta Batavia (sekarang Jakarta) tahun 1888.
Etimologi

Nama Jakarta digunakan sejak masa penjajahan Jepang tahun 1942, untuk menyebut wilayah bekas Gemeente Batavia yang diresmikan pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1905.Nama ini dianggap sebagai kependekan dari kata Jayakarta diterjemahkan sebagai "kota kemenangan" atau "kota kejayaan".
Sunda Kelapa (397–1527)
Jakarta pertama kali dikenal sebagai salah satu pelabuhan Kerajaan Sunda yang bernama Sunda Kalapa, berlokasi di muara Sungai Ciliwung. Ibu kota Kerajaan Sunda yang dikenal sebagai Dayeuh Pakuan Pajajaran atau Pajajaran (sekarang Bogor) dapat ditempuh dari pelabuhan Sunda Kalapa selama dua hari perjalanan. Kerajaan Sunda sendiri merupakan kelanjutan dari Kerajaan Tarumanagara pada abad ke-5 sehingga pelabuhan ini diperkirakan telah ada sejak abad ke-5 dan diperkirakan merupakan ibu kota Tarumanagara yang disebut Sundapura.
Pada abad ke-12, pelabuhan ini dikenal sebagai pelabuhan lada yang sibuk. Kapal-kapal asing yang berasal dari Tiongkok, Jepang, India Selatan, dan Timur Tengah sudah berlabuh di pelabuhan ini membawa barang-barang seperti porselen, kopi, sutra, kain, wangi-wangian, kuda, anggur, dan zat warna untuk ditukar dengan rempah-rempah yang menjadi komoditas dagang saat itu.

Jayakarta (1527–1619)
Bangsa Portugis merupakan Bangsa Eropa pertama yang datang ke Jakarta. Pada abad ke-16, Surawisesa, raja Sunda meminta bantuan Portugis yang ada di Malaka untuk mendirikan benteng di Sunda Kelapa sebagai perlindungan dari kemungkinan serangan Cirebon yang akan memisahkan diri dari Kerajaan Sunda.Fatahillah pada tahun 1527. Fatahillah mengganti nama kota tersebut menjadi Jayakarta yang berarti "kota kemenangan". Batavia (1619–1942)
Pasukan Pangeran Jayakarta menyerahkan tawanan Belanda kepada Pangeran Jayakarta

Orang Belanda datang ke Jayakarta sekitar akhir abad ke-16.Jayakarta pada awal abad ke-17 diperintah oleh Pangeran Jayakarta, salah seorang kerabat Kesultanan Banten. Pada 1619, VOC dipimpin oleh Jan Pieterszoon Coen menduduki Jayakarta setelah mengalahkan pasukan Kesultanan Banten dan kemudian mengubah namanya menjadi Batavia. Selama kolonialisasi Belanda, Batavia berkembang menjadi kota yang besar dan penting. (Lihat Batavia). Untuk pembangunan kota, Belanda banyak mengimpor budak-budak sebagai pekerja. Kebanyakan dari mereka berasal dari Bali, Sulawesi, Maluku, Tiongkok, dan pesisir Malabar, India. Sebagian berpendapat bahwa mereka inilah yang kemudian membentuk komunitas yang dikenal dengan nama suku Betawi. Waktu itu luas Batavia hanya mencakup daerah yang saat ini dikenal sebagai Kota Tua di Jakarta Utara.Maka di Jakarta ada wilayah-wilayah bekas komunitas itu seperti Pecinan, Pekojan, Kampung Melayu, Kampung Bandan, Kampung Ambon, Kampung Bali, dan Manggarai.
Pada tanggal 9 Oktober 1740, terjadi kerusuhan di Batavia dengan terbunuhnya 5.000 orang Tionghoa. Dengan terjadinya kerusuhan ini, banyak orang Tionghoa yang lari ke luar kota dan melakukan perlawanan terhadap Belanda. Dengan selesainya Koningsplein (Gambir) pada tahun 1818, Batavia berkembang ke arah selatan. Tanggal 1 April 1905 di Ibukota Batavia dibentuk dua kotapraja atau gemeente, yakni Gemeente Batavia dan Meester Cornelis. Tahun 1920, Belanda membangun kota taman Menteng, dan wilayah ini menjadi tempat baru bagi petinggi Belanda menggantikan Molenvliet di utara. Pada tahun 1935, Batavia dan Meester Cornelis (Jatinegara) telah terintegrasi menjadi sebuah wilayah Jakarta Raya.
Pada 1 Januari 1926 pemerintah Hindia Belanda mengeluarkan peraturan untuk pembaharuan sistem desentralisasi dan dekonsentrasi yang lebih luas. Di Pulau Jawa dibentuk pemerintahan otonom provinsi. Provincie West Java adalah provinsi pertama yang dibentuk di wilayah Jawa yang diresmikan dengan surat keputusan tanggal 1 Januari 1926, dan diundangkan dalam Staatsblad (Lembaran Negara) 1926 No. 326, 1928 No. 27 jo No. 28, 1928 No. 438, dan 1932 No. 507. Batavia menjadi salah satu keresidenan dalam Provincie West Java disamping Banten, Buitenzorg (Bogor), Priangan, dan Cirebon.

Jakarta (1942–Sekarang)
Penjajahan oleh Jepang dimulai pada tahun 1942 dan mengganti nama Batavia menjadi Djakarta untuk menarik hati penduduk pada Perang Dunia II. Kota ini juga merupakan tempat dilangsungkannya Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 1945 dan diduduki Belanda sampai pengakuan kedaulatan tahun 1949.
Sebelum tahun 1959, Djakarta merupakan bagian dari Provinsi Jawa Barat. Pada tahun 1959, status Kota Djakarta mengalami perubahan dari sebuah kotapraja di bawah walikota ditingkatkan menjadi daerah tingkat satu (Dati I) yang dipimpin oleh gubernur. Yang menjadi gubernur pertama ialah Soemarno Sosroatmodjo, seorang dokter tentara. Pengangkatan Gubernur DKI waktu itu dilakukan langsung oleh Presiden Sukarno. Pada tahun 1961, status Jakarta diubah dari Daerah Tingkat Satu menjadi Daerah Khusus Ibukota (DKI) dan gubernurnya tetap dijabat oleh Sumarno.
Semenjak dinyatakan sebagai ibu kota, penduduk Jakarta melonjak sangat pesat akibat kebutuhan tenaga kerja kepemerintahan yang hampir semua terpusat di Jakarta. Dalam waktu 5 tahun penduduknya berlipat lebih dari dua kali. Berbagai kantung pemukiman kelas menengah baru kemudian berkembang, seperti Kebayoran Baru, Cempaka Putih, Pulo Mas, Tebet, dan Pejompongan. Pusat-pusat pemukiman juga banyak dibangun secara mandiri oleh berbagai kementerian dan institusi milik negara seperti Perum Perumnas.
Pada masa pemerintahan Soekarno, Jakarta melakukan pembangunan proyek besar, antara lain Gelora Bung Karno, Masjid Istiqlal, dan Monumen Nasional. Pada masa ini pula Poros Medan Merdeka-Thamrin-Sudirman mulai dikembangkan sebagai pusat bisnis kota, menggantikan poros Medan Merdeka-Senen-Salemba-Jatinegara. Pusat pemukiman besar pertama yang dibuat oleh pihak pengembang swasta adalah Pondok Indah (oleh PT Pembangunan Jaya) pada akhir dekade 1970-an di wilayah Jakarta Selatan.
Laju perkembangan penduduk ini pernah coba ditekan oleh gubernur Ali Sadikin pada awal 1970-an dengan menyatakan Jakarta sebagai "kota tertutup" bagi pendatang. Kebijakan ini tidak bisa berjalan dan dilupakan pada masa-masa kepemimpinan gubernur selanjutnya. Hingga saat ini, Jakarta masih harus bergelut dengan masalah-masalah yang terjadi akibat kepadatan penduduk, seperti banjir, kemacetan, serta kekurangan alat transportasi umum yang memadai.
Pada Mei 1998, terjadi kerusuhan di Jakarta yang memakan korban banyak etnis Tionghoa. Gedung MPR/DPR diduduki oleh para mahasiswa yang menginginkan reformasi. Buntut kerusuhan ini adalah turunnya Presiden Soeharto dari kursi kepresidenan. (Lihat Kerusuhan Mei 1998).
Ekonomi

Jakarta merupakan kota dengan tingkat pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat. Saat ini, lebih dari 70% uang negara beredar di Jakarta. Perekonomian Jakarta terutama ditunjang oleh sektor perdagangan, jasa, properti, industri kreatif, dan keuangan. Beberapa sentra perdagangan di Jakarta yang menjadi tempat perputaran uang cukup besar adalah kawasan Tanah Abang dan Glodok. Kedua kawasan ini masing-masing menjadi pusat perdagangan tekstil serta barang-barang elektronik, dengan sirkulasi ke seluruh Indonesia. Bahkan untuk barang tekstil dari Tanah Abang, banyak pula yang menjadi komoditi ekspor. Sedangkan untuk sektor keuangan, yang memberikan kontribusi cukup besar terhadap perekonomian Jakarta adalah industri perbankan dan pasar modal. Untuk industri pasar modal, pada bulan Mei 2013 Bursa Efek Indonesia tercatat sebagai bursa yang memberikan keuntungan terbesar, setelah Bursa Efek Tokyo. Pada bulan yang sama, kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia telah mencapai USD 510,98 miliar atau nomor dua tertinggi di kawasan ASEAN.
Pada tahun 2012, pendapatan per kapita masyarakat Jakarta sebesar Rp 110,46 juta per tahun (USD 12,270). Sedangkan untuk kalangan menengah atas dengan penghasilan Rp 240,62 juta per tahun (USD 26,735), mencapai 20% dari jumlah penduduk. Disini juga bermukim lebih dari separuh orang-orang kaya di Indonesia dengan penghasilan minimal USD 100,000 per tahun. Kekayaan mereka terutama ditopang oleh kenaikan harga saham serta properti yang cukup signifikan. Saat ini Jakarta merupakan kota dengan tingkat pertumbuhan harga properti mewah yang tertinggi di dunia, yakni mencapai 38,1%. Pada periode 2009-2012, pembangunan gedung-gedung pencakar langit (di atas 150 meter) di Jakarta mencapai 87,5%. Hal ini telah menempatkan Jakarta sebagai salah satu kota dengan pertumbuhan pencakar langit tercepat di dunia. Pada tahun 2020, diperkirakan jumlah pencakar langit di Jakarta akan mencapai 250 unit. Dan pada saat itu Jakarta telah memiliki gedung tertinggi di Asia Tenggara dengan ketinggian mencapai 638 meter (The Signature Tower).
Transportasi

Jumat, 11 September 2015

DPR: Potongan-potongan di Pulsa Listrik PLN Tak Wajar!

DPR: Potongan-potongan di Pulsa Listrik PLN Tak Wajar!

Jakarta -Ketika pelanggan listrik prabayar membeli pulsa listrik akan dikenakan berbagai potongan, salah satunya biaya administrasi bank dan Pajak Penerangan Jalan Umum (PJU). Hal ini dianggap tidak wajar oleh Komisi VII DPR yang membidangi energi, karena pihak bank mendapat keuntungan berlipat-lipat.

"Biaya administrasi bank tiap kali beli pulsa listrik itu tidak wajar. Tiap beli kena, setahun berapa kali jumlahnya per pelanggan? Itu besar sekali jumlahnya. Harusnya sekali saja dikenakan ke pelanggan, atau lebih baik dihapus saja," ucap Ketua Komisi VII DPR Kardaya Warnika, kepada detikFinance, Jumat (11/9/2015).

Kardaya bahkan lebih mendorong supaya biaya administrasi bank dalam pembelian/pembayaran listrik dihapuskan, karena bank juga sudah mendapatkan keuntungan dari banyaknya dana pembayaran pulsa listrik yang mengendap di bank.

"Iya lebih baik dihapus saja (biaya administrasi), bank kan sudah dapat untung besar dari dana pembayaran pulsa dan tagihan listrik dari pelanggan PLN, besar itu bunganya," ucap Kardaya.

Seperti diketahui, selain biaya administrasi bank dan Pajak PJU yang dibebankan ke pelanggan PLN setiap kali membeli pulsa listrik. Pelanggan juga dikenakan tambahan biaya Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 10% dan materai setiap kali transaksi pembelian tergantung berapa besar pulsa yang dibeli.

PPN dan materai dikenakan untuk pembelian pulsa listrik/tagihan listrik di atas Rp 250.000/transaksi.

(rrd/hen) 

Kamis, 10 September 2015

Ada Yang Tau Kasus yang melarikan uang sampai 2,1 Milyar ??? Ini Wawancara Pelaku nya

IDG – Sempat masuk dalam daftar pencarian lintas negara, Jefry Sun, menyerahkan diri dan menjadi tokoh kunci terkuaknya kasus penyanderaan dan penganiayaan pada 23 warga Meranti lainnya, oleh perusahaan judi di Kamboja
Apa yang sebenarnya terjadi? Benarkah ia melarikan uang Rp2,1 Miliar milik perusahaan judi? Berikut wawancara khusus wartawan Pekanbaru Pos (PP-Grup JPNN) Afni Zulkifli dengan Jefry Sun (JS), di lokasi perlindungan KBRI Kamboja, beberapa waktu lalu di Phnom Penh.

WAWANCARA LENGKAP JEFFRY SUN DENGAN KBRI

PP: Bagaimana awal kasus ini bermula?
Jeffry : Sebelumnya, saya ingin mengklarifikasi banyak berita yang salah di tanah air. Hampir 95 persen beritanya salah semua. Saya bukan perekrut tenaga kerja tempat judi.
Lowongan pekerjaan di Kamboja, kami dapatkan dari akun Facebook dengan nama Susi Angel. Lalu tawaran itu dipromosikan dari mulut ke mulut.
25 orang akhirnya terkumpul dan setuju untuk mencoba kerja ini. Semua tahu akan kerja di casino dan resort. Jadi tidak benar kalau saya yang mengajak 23 WNI itu. Tidak benar mereka tidak tahu akan kerja di mana. Intinya, kita berangkat atas kesadaran bersama untuk bekerja di tempat judi Grand Dragon Kamboja.
Tanggal 1 November 2014, kami berangkat dari Selat Panjang menggunakan fery ke Batam. Lanjut ke Singapura dan naik pesawat ke Phnom Penh, Kamboja. Tiket dan visa perjalanan ditanggung perusahaan. Kami hanya memberikan dana Rp500 ribu per orang kepada si calo, yakni Susi Angel.
Dari 25 orang, tujuh diantaranya memilih keluar karena gaji bulan pertama tak sesuai janji. Namun ada yang masuk lagi enam orang. Empat orang seingat saya datang tanggal 28 Februari 2015. Satu orang tanggal 4 April dan satu orang tanggal 5 April. Jadi totalnya 24 orang, dari Meranti semua.
KBRI INDONESIA DI PHNOM PENH
PP: Apa yang dijanjikan perusahaan judi, sehingga tergiur untuk bekerja jauh ke Kamboja?
Jeffry : Syaratnya mudah, yang penting bisa mengoperasikan komputer. Tiket pesawat Singapura-Kamboja dan Visa ditanggung perusahaan. Gaji pertama Rp3 juta ditambah uang saku USD 330 per bulan. Lalu ada uang kompensasi Rp4 juta saat cuti pulang.
PP: Tiba di sana, langsung kerja tempat judi?
Jeffry : Iya. Bulan pertama jadi pengelola blogger.
(Dari penelusuran Pekanbaru Pos, website judi yang memiliki server di Kamboja, ternyata menggunakan blog berita abal-abal sebagai alat kamuflase mempromosikan website mereka. Tujuannya agar situs judi lebih mendominasi rangking di google.
Saat pertama kali bekerja di tempat judi, para staff perusahaan judi biasanya diajarkan cara memposting berita di blog. Termasuk 24 WNI asal Meranti, yang juga diminta untuk menginput berita setiap hari. Namun karena dinilai lebih berpengalaman, Jeffry cepat mendapat ‘kenaikan pangkat’.
Biasanya dalam blog berita abal-abal ini, link website judi diselipkan diantara isi berita. Dengan satu klik, website judi pun sudah bisa dikunjungi dengan bebas, tanpa perlu takut terpantau aparat kepolisian di Indonesia. Pekanbaru Pos sempat mengunjungi beberapa website judi tersebut, yang ternyata memang banyak ‘terselip’ diantara blog-blog berbahasa Indonesia)
PP: Lalu setelahnya?
Jeffry : Semuanya jadi customer service (CS) mesin judi online. Tapi pada bulan kedua ini, saya sudah diangkat menjadi supervisor. Karena pengalaman dan penghasilan saya jauh lebih besar dari kawan-kawan yang lain.
PP: Apa pengalaman kamu di tempat judi?
Jeffry : Sebelum kerja di grand dragon Kamboja, saya pernah bekerja di tempat judi Bavet, Kamboja. Dari 6 September 2013-Januari 2014. Setelah itu pernah ke Filiphina, tempat judi juga. Keluar Juni 2014. Sempat nganggur pulang ke Selat Panjang, November 2014 baru diajak lagi ke Kamboja.
PP: Banyak sekali pengalaman main judinya?
Jeffry : Saya tidak pernah main judi. Saya kan cuma mengoperasikan mesin judi. Jadi cuma pekerjanya saja.
PP: Penghasilan selama malang melintang di bisnis judi itu berapa?
Jeffry : Bervariasi. Mulai dari ratusan ribu, jutaan, puluhan juta hingga ratusan juta. Saya pernah mendapatkan Rp1 miliar per hari.
PP: Wah, banyak sekali. Darimana saja itu?
Jeffry : Server judi online yang banyak di luar negeri, terutama di Kamboja, semua membernya adalah masyarakat Indonesia. Karena di Indonesia masih ilegal, maka servernya diletak di luar negeri, namun pemainnya semua ada di dalam negeri. Jumlahnya saya prediksi bisa jutaan orang. Bahkan puluhan juta. Jadi ya wajar saja kalau nilainya sampai segitu.
PP: Cara mengeruk keuntungannya bagaimana?
Jeffry : Makanya dibutuhkan tenaga kerja dari Indonesia, karena komunikasi antara member dengan CS menggunakan bahasa Indonesia dan pelayanan transaksinya nanti juga menggunakan Bank Indonesia. Seperti BCA, BRI, Danamon, BNI dan Mandiri. Blog untuk promosi website judinya juga berbahasa Indonesia. Kalau soal mencari untung, namanya juga bisnis judi. Orang Indonesia masih banyak yang suka main judi, apalagi judi online. Lebih aman.
PP: Apakah member sengaja dikalahkan dan kalian mengaturnya dari komputer operator atau server?
Jeffry : O, tidak. Kerja kami hanya membiarkan member saling bermain. Kami menerima uang dari mereka, untuk membeli kredit. Uangnya masuk ke perusahaan.
Kalau jadi bandar, memang soal kecepatan tangan saja. Tidak ada yang sengaja dikalahkan. Tapi peluang menang kami pasti lebih besar. Misalnya hari ini member menang, dia besok main lagi kalah. Jadi dibuat semacam candu agar member tetap terus mau bermain di website judi kami.
PP: Ada berapa banyak website judi yang servernya di Kamboja dan membernya dari Indonesia?
Jeffry : Wah, tidak terhitung. Banyak sekali. Yang jelas kalau judi online, sudah pasti membernya dari Indonesia.
(Dari penelusuran Pekanbaru Pos diketahui, bahwa soal jumlah website judi di Kamboja sangat fantastis. Sebagai gambaran saja, di setiap kamar di Grand Dragon, bisa menampung hingga 70 komputer. Setiap website judi, membutuhkan 3-4 komputer. Artinya dalam satu kamar saja, bisa mengoperasikan 20-25 website judi. Sementara di lokasi Grand dragon ini, ada ratusan kamar yang disewakan bagi pebisnis judi.
Itu baru di grand dragon saja. Di Kamboja, ada dua lokasi judi terbesar lainnya. Yakni di Bavet dan Paypet. Di Bavet yang terletak di Provinsi Svay Rieng-dekat perbatasan Vietnam-ada satu casino namanya Sun City. Di sini seluruh operator mesin judinya adalah warga Indonesia. Jumlahnya mencapai 700 WNI. Rata-rata usianya masih muda-muda, 19-25 tahun. Ada juga yang masih di bawah umur, namun persentasenya sedikit.
Dengan temuan di atas, maka diperkirakan ada ratusan bahkan ribuan website judi dioperasikan dari Kamboja dengan member pemain judi dari Indonesia. Dan ironisnya, operator judinya di Kamboja adalah anak-anak muda Indonesia)
PP: Apakah temuan saya di atas benar?
Jeffry : Ya, benar. Memang begitulah faktanya. Di salah satu tempat judi Filiphina, ada sekitar 200 warga Indonesia.
PP: WNI menjadi mayoritas pekerja di tempat judi Kamboja, mereka datang dari mana?
Jeffry : 80 persen dari wilayah Sumatera khususnya Medan, Sumatera Utara. Termasuk dari Riau. Sedangkan 20 persen lagi dari berbagai daerah di Indonesia.
PP: Rata-rata gaji yang didapat berapa?
Jeffry : Kalau CS atau operator, rata-rata bisa dapat Rp 7-10 juta per bulan.
(Dari penelusuran Pekanbaru Pos, ternyata gaji dari perusahaan judi dibagi dalam dua mata uang. Gaji dalam mata uang rupiah, ditransfer langsung ke rekening dalam negeri. Sementara gaji dalam bentuk Dollar AS, diberikan langsung sebagai biaya hidup selama di Kamboja. Di Negara ini, selain mata uangnya sendiri, juga masih menggunakan Dollar AS).
PP: Jadi dari 23 WNI Meranti, kamu jadi pemimpinnya?
Jeffry : Iya. Karena penghasilan dari mesin saya lebih besar dari mereka, maka saya ditunjuk jadi pemimpinnya. Di grand dragon, ada dua supervisor. Saya dan AS asal Medan, Sumatera Utara.
(Dari data yang berhasil didapat Pekanbaru Pos, 23 WNI ini dipekerjakan menjalankan mesin judi dari dua kamar berbeda. Yakni kamar VIP 3 dan kamar 215. Di kamar 215, ada dua website judi terkemuka yang dikelola. Tujuh WNI asal Meranti, bekerja di sini. Sedangkan di kamar VIP 3, ada sembilan website judi dan 16 WNI asal Meranti bekerja di sini. Semua member website atau penjudi onlinenya, berasal dari Indonesia. JS bekerja di kamar VIP 3.
Pemilik perusahaan judi online Dai Long, diketahui bernama Lim Pek. Warga negara Singapura dan disebut masuk dalam DPO. Ia memperkerjakan banyak WNI, mulai dari manager, staff hingga tukang pukul.
Lim Pek ikut mengintimidasi 23 WNI asal Meranti. Ia mengancam akan mengabisi mereka dengan sentrum listrik. Sementara penganiaya WNI asal Meranti, diketahui WNI asal Medan yang menjadi anak buah Lim Pek)
PP: Sejak kapan kamu mengenal dunia judi?
Jeffry : Sejak umur 16 tahun (JS kelahiran April 1993). Masih SMA. Ketika itu senang nonton bola. Kalau gak taruhan, kurang enak. Karena judi dilarang, diajak teman taruhan via judi online. Akhirnya malah ketagihan.
PP: Apakah kerja pertama di tempat judi?
Jeffry : Nggak. Tamat SMA saya pernah jadi kepala gudang di Batam selama empat bulan. Lalu buka counter HP, 7 bulan. Jadi TKI ilegal di Singapura. Caranya, masuk sebulan kemudian keluar, lalu masuk lagi. Itu selama enam bulan. Setelahnya baru diajak kerja tempat judi di Kamboja, sampai 6 September. Waktu itu gaji Rp4 juta per bulan.
PP: Bagaimana sistem kerja di tempat judi?
Jeffry : Semuanya hampir sama saja. Baik di Filiphina maupun di Kamboja. Awal karirnya jadi blogger dan CS judi. CS ini kerjanya seperti kasir judi online. Jadi kita hanya melihat member melakukan deposit (setor dana) dan withdraw (tarik dana). Shif kerjanya 8 jam.
Kalau teman-teman saya biasanya cuma 150-200 transaksi satu hari. Kalau saya bisa 200-250 transaksi setiap hari. Kuncinya di kecepatan tangan dan perhitungan saja.
Lalu jenjang berikutnya jadi operator. Biasanya ada satu meja yang dimainkan beberapa member. Kerja operator hanya memutarkan uang saja. Keuntungan perusahaan didapat dari keuntungan tiap meja.
Untuk naik tahap berikutnya tidak mudah. Makanya di Filiphina keluar, masuk lagi di Kamboja. Baru dua bulan jadi CS sudah dipercaya bos besar jadi bandar.
PP: Penghasilan terakhir kamu berapa?
Jeffry : Jabatan terakhir saya supervisor atau bandar, bisa dapat Rp17-18 juta per bulan.
PP: Apakah keluarga tidak melarang kamu kerja di tempat judi?
Jeffry : Pasti melarang, tapi saya tidak bisa dilarang. Saya anak bungsu dari empat bersaudara. Dari keluarga sederhana.
PP: Benarkah kamu melarikan uang perusahaan sebesar Rp2,1 miliar?
Jeffry : Tidak benar. Silahkan dicek semua rekening saya dan keluarga. Pasti tidak ada uang segitu. Pihak perusahaan juga tak bisa menunjukan bukti mereka kehilangan uang Rp2,1 miliar. Karena nilai itu memang fiktif. Tidak ada.
PP: Mengapa fiktif? Bisa dijelaskan?
Jeffry : Dalam judi, peluang menang dan kalah itu 50:50. Jika member kalah, maka perusahaan menang. Tapi kebanyakan, kami yang menang. Pembagiannya begini:
(Jeffry  mengambil sebuah kertas dan mulai menggambar cara kerja di perusahaan judi online. Ada bagan terendah bernama member, lalu agent atau bandar, master agent atau manager dan master alias bos besar.
Bila member kalah, maka bandar mendapat 75 persen, manager mendapat 5 persen dan bos besar mendapat 20 persen. Dari nilai 75 persen, untuk operasional dan masuk laporan keuangan pada bos besar).
Dalam kasus ini, saya menjadi member sekaligus bandar. Saya melakukan ini karena sakit hati dengan manager. Dia selama ini berbuat curang, tidak memberikan bagian yang adil pada grup kami. Padahal pemasukan kami besar. Saya sengaja mengerjai dia, karena pasti dia yang akan dicari bos besar.
PP: Maksudnya, kamu membuat transaksi fiktif?
Jeffry : Benar. Saya menjadi member sekaligus bandar. Sebagai member, saya pasang taruhan Rp1,1 miliar. Lalu sebagai bandar, saya memberi kredit senilai itu. Saya sengaja kalah untuk merugikan perusahaan. Tapi uangnya fiktif, tidak ada. Jadi tidak ada kerugian apapun karena member dan bandar adalah saya sendiri.
PP: Berapa lama kamu membuat transaksi fiktif begitu?
Jeffry : Hanya 15 menit. Kalau saya mau, saya bisa memberi nilai dengan angka lebih besar. Karena saya bandarnya. Tapikan nilai kerugian ini tidak ada sebenarnya.
PP: Apakah kamu tahu dampaknya akan sebesar ini?
Jeffry : 60 persen saya tahu. Makanya setelah itu saya melarikan diri dari Kamboja.
PP: Mengapa pergi sendiri dan tak mengajak teman-temanmu?
Jeffry : Kalau ada masalah seperti ini, pasti yang dicari hanya pelakunya. Pihak perusahaan judi tidak akan membawa kasus ke polisi. Mereka punya kamar rahasia sendiri, untuk menginterogasi yang berbuat curang. Biasanya dikurung berhari-hari dan dipukuli. Saya tahu bakalan dicari atau bahkan dihabisi. Makanya saya lari segera meninggalkan Kamboja.
(Dari informasi KBRI, JS pergi hanya membawa baju di badan. Selama berhari-hari sejak melarikan diri, ia hanya mengenakan pakaian yang sama. Celana jeans, baju kaos warna putih dan jaket hitam. Oleh pihak KBRI Kamboja, Jeffry akhirnya diberikan beberapa pakaian ganti)
Tapi tanpa saya sangka, manager panik dan mereka menyandera kawan-kawan yang datang bersama saya. Padahal mereka tak tahu apa-apa dan tidak bersalah. Mereka disandera dan dianiaya. Itu semua sengaja mereka lakukan untuk memancing saya keluar.

PENYERAHAN JEFFRY KEPADA INTERPOL MALAYSIA

PP: Bagaimana prosesnya hingga kamu menyerahkan diri?
Jeffry : Saya melakukannya tanggal 4 Mei. Tanggal 6 Mei, saya masih berada di Phnom Penh. Tanggal 7 Mei, saya keluar dari Kamboja. Naik pesawat ke Singapura. Lalu naik fery ke Batam.
Di sanalah saya baca berita, ternyata kawan-kawan saya disandera. Berita juga simpang siur. Perusahaan judi sengaja menghembuskan isu saya melarikan uang. Rumah saya digeledah polisi. Saya merasa tidak aman dan memutuskan batal pulang ke Selat Panjang. Saya sembunyi ke Johor, Malaysia.
Saya terus memikirkan keselamatan kawan-kawan di Kamboja. Makanya saya buat email kaleng ke KBRI Kamboja. Saya beri informasi dan lokasi perusahaan judinya, agar kawan-kawan saya bisa diselamatkan.
Sementara itu saya tetap berkomunikasi dengan orang tua. Pada mereka saya berjanji akan menyerahkan diri. Maka saya telpon pihak Kemenlu di Jakarta. Mereka mengucapkan terimakasih saya mau bekerjasama. Tanggal 18 Mei, saya menyerahkan diri ke KBRI Malaysia. Agak lama karena waktu itu terbentur hari libur panjang.
PP: Mengapa kamu berani kembali?
Jeffry : Saya memang disarankan untuk tak kembali ke Kamboja. Tapi saya mau bertanggungjawab penuh pada penyelesaian kasus ini. Kawan-kawan saya tidak bersalah. Saya ingin mereka dibebaskan.
PP: Apakah kamu menyesal, tindakan isengmu sudah berdampak besar. Terutama pada keselamatan kawan-kawanmu?
Jeffry : Ya pasti. Tapi bagaimanapun, saya datang untuk menyelamatkan mereka. (KBRI mengakui, bahwa berkat email Jeffy lah mereka mendapatkan lokasi pasti tempat judi 23 WNI. Karena mereka masuk ke Kamboja, menggunakan visa turis dan tak melaporkan diri ke KBRI).
Saya sudah meminta maaf secara khusus pada mereka. Saya bersyukur mereka sudah memaafkan saya.
PP: Sekarang kawan-kawanmu sudah bebas, sementara kamu disidang. Bagaimana perasaannya?
Jeffry : Saya senang mereka selamat. Tujuan saya kembali memang untuk mereka. Saya juga siap menghadapi perusahaan judi di meja sidang. Karena saya yakin, tidak ada kerugian yang saya lakukan sebagaimana yang dituduhkan. Kalau pun mau disidang, tidak masalah.
Saya mengucapkan terimakasih kepada KBRI Kamboja, terutama Bapak Dubes Pitono Purnomo dan seluruh staffnya. Mereka telah membantu proses pembebasan kawan-kawan saya. Juga telah memberi tempat aman untuk saya selama di Kamboja.
PP: Apakah kamu menyesal?
Jeffry : Menyesal itu pasti. Tapi semuanya sudah terjadi dan harus saya hadapi. Saya hanya takut satu hal saja, kalau nanti harus dipenjara di Kamboja. Mungkin beberapa tahun tidak bertemu keluarga di Selat Panjang. Tapi ini sebuah pengalaman hidup. Saya juga salah dan siap bertanggungjawab.
PP: Usia kamu masih muda. Jika masalah ini selesai, punya cita-cita mau kerja apa?
Jeffry : Saya belum terpikir untuk ke arah sana. Mau fokus menyelesaikan masalah ini dulu.
PP: Banyak remaja Indonesia yang bekerja di tempat judi seperti kamu. Ada saran untuk pemerintah?
Jeffry : Judi memang dilarang di Indonesia, tapi bagi pebisnis judi online, Indonesia masih pangsa pasar yang sangat potensial. Jika pemerintah mau bekerjasama, saya bisa bantu polisi untuk menutup website-website judi yang membernya orang Indonesia.
Salam – IDG

Arsip Blog